DOWNLOAD FILM BARBERSHOP 2: BACK IN BUSINESS | SUBTITLE INDONESIA

Diposting oleh Sinta Ayu on 3/17/2012


Film kedua Ice Cube namun terbilang cukup layak tonton. Seperti dikisahkan di film pertamanya 2002 silam Ice Cube masih memegang peran utama di film ini, mengusung karakter Calvin yang menjalankan sebuah usaha pangkas rambut warisan ayahnya. Calvin paham benar bahwa tempat cukur peninggalan ayahnya merupakan pusat segala informasi di lingkungannya.Meskipun Calvin hidup pas-pasan namun Calvin tetap berusaha membantu siapapun yang membutuhkannya. 

Saat South Side mulai berubah dan situasi semakin runyam, Calvin memutuskan mencari pekerjaan lain, dengan penghasilan lebih, ditambah semakin banyaknya pajak yang harus dia bayar. Calvin juga terjebak dalam kebimbangan antara mempertahankan warisan, sejarah, serta personalitas masyarakat yang tenggelam dalam ramainya pusat pertokoan seperti Kinko dan dibangunnya Subway.

Keadaan semakin bertambah runyam saat Nappy Cutz, salon pangkas rambut baru menaruh pengumuman "opening soon" ("segera dibuka"), tepat di seberang tokonya. Dibanding dengan kios pangkas rambut milik Calvin memang Nappy Cutz menawarkan sesuatu yang tak dimiliki kios Calvin. Sebut saja Nappy Cutz dilengkapi fasilitas kelas atas mulai dari kursi pangkas dari kulit dengan sandaran getar yang bisa diputar ke segala arah, sauna, pelayanan cukur yang prima., alat cukur keluaran terbaru. Bukan itu saja para penggemar basket juga betah berlama-lama di salon karena Nappy Cutz menawarkan pernak-pernik basket, mulai dari foto, kartu, bola basket bertandatangan pemain terkenal dan masih banyak lagi. 

 Diawal, film banyak berkisah tentang dilema Calvin, apakah dia harus menjual atau mempertahankan toko pangkas rambut warisan ayahnya. Keindahan dan kenikmatan film ini terjabarkan dalam ikatan persaudaraan dan berbagai konflik antar penghuni barbershop: Terri (rapper Eve), Jimmy (Sean Patrick Thomas) yang bekerja untuk seorang anggota dewan tertua di kota, Ricky (Michael Ealy) seorang tertuduh yang menyembunyikan sesuatu, Dinka (Leonard Howze), seorang imigran asal Nigeria yang mencoba bertahan dan menyesuaikan diri dengan kehidupan di Amerika. Isaac (Troy Garrity), tukang cukur berkulit putih yang kerap dipanggil Eminem, dan Eddie (Cedric the Entertainer), yang bersikukuh dengan pendapatnya menghabiskan banyak waktu untuk memangkas rambut adalah hal yang tak berguna. 

Pribadi dengan karakter yang bervariatif semakin kompleks dengan hadirnya saudara sepupu ipar Calvin, Kenard (Kenan Thompson) yang baru lulus kursus pangkas rambut. Situasi semakin semakin semarak dengan kehadiran Queen Latifah yang memberi kita sedikit bocoran spin-off movie-nya BEAUTY SALON yang bakal dirilis 2004 ini. Percakapan yang dikemas dengan ringan tak membuat penonton merasa bosan bahkan harus menguras pikiran, sedikit banyak mengusung gambaran kehidupan dan realita sosok individu Afrika Amerika. Setiap dialog yang disuguhkan memaksa kita melebarkan senyum dengan guyonan-guyonan ringan yang tak dibuat-buat seputar ras dan budaya mereka. 

Rambut memang sebuah masalah yang biasa dihadapi setiap orang dan sebuah topik yang tak akan pernah ada habisnya . Film dibuka dengan fashion seputar model rambut dan sedikit guyonan-guyonan model rambut untuk para politikus. Orang datang ke salon memangkas dan membenahi rambutnya bahkan mencoba memiliki rambut yang terbaik. Dan tentu saja rambut dengan model Afro-Amerika menjadi sebuah lambang kebanggaan dan identitas masyarakat Afrika. Berseberangan dengan slogan yang ditawarkan pesaingnya (Nappy Cutz ) "happy to be nappy," meskipun sebenarnya lebih kompleks dan berliku. 

Namun seorang Calvin tak akan menyerah dengan situasi tersebut, seraya menyombongkan tentang rambut kekasihnya (keturunan Cherokee) yang tak pernah menjalani proses penataan rambut apapun, karena memang lurus secara alami.Film ini sarat dengan bahasa-bahasa penuh bumbu dengan ungkapan-ungkapan khas kulit hitam. Meskipun kerap kita jumpai guyonan-guyonan berbau seks namun tak banyak menampilkan adegan seks yang terlalu vulgar. Satu sisi positif film ini adalah film ini banyak sekali menyuguhkan nilai-nilai tentang pentingnya keharmonisan dan bersatunya sebuah keluarga yang diwarnai kelumit seputar kehidupan bermasyarakat.